May 2012
69 posts
Syahadat sebagai rukun Islam yang pertama memegang peranan yang sangat penting, yaitu sebagai fondasi untuk melaksanakan rukun-rukun Islam lainnya. Pernahkah mengukur nilai syahadat diri kita?
Mari kita mencermati makna syahadat tauhid “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah”. Tuhan bermakna sesuatu yang ditakuti, yang diharapkan atau yang dipentingkan. Dengan demikian makna syahadat dapat berarti:
- Tiada yang patut ditakuti selain Allah
- Tiada yang patut diharapkan selain Allah
- Tiada yang patut dipentingkan selain Allah
Seorang pencuri yang tengok kanan-kiri sebelum menjalankan aksinya, berarti dia lebih takut kepada manusia ketimbang takutnya kepada Allah yang Maha Melihat. Dalam kasus ini, berarti nilai syahadat sang pencuri tersebut adalah 0 (nol), karena seharusnya tiada yang patut ditakuti selain Allah, tapi ternyata dia lebih takut kepada manusia.
“Jika engkau mendengar suara adzan, maka penuhilah panggilan Allah itu” (HR Thabrani).
Jika kita mendengar adzan tapi tidak mau menghadirinya, berarti kita lebih mementingkan yang lain ketimbang panggilan Allah yang Maha Agung. Bukankah kita telah berkomitmen bahwa tiada Tuhan selain Allah, yang juga berarti tiada yang patut dipentingkan selain Allah? Mengapa ternyata kita lebih mementingkan yang lain? Jadi berapakah nilai syahadat kita?
Mari sama-sama kita perbaiki kualitas syahadat kita!
Sumber: Buletin As-Salam
Penerbit: As-Salam Foundation
P.S: Saya nemu buletin ini di rumah. Waktu saya baca, terutama paragraf terakhir rasanya ‘jleb’ banget. Saya pengen share buletin yang saya baca ini ke temen-temen semua, semoga bermanfaat… :)
Bahagia itu adalah ketika kamu sedang merasa lelah dalam sibuknya hari-harimu, tiba-tiba ada kabar baik yang muncul bak angin sejuk di tengah teriknya matahari di gurun pasir . Ini bukan hanya sekedar kabar baik, tapi lebih dari itu. Ini jawaban atas perjuangan, mimpi, dan doa yang sebelumnya telah dipanjatkan.
Hari itu sangat melelahkan. Setelah wawancara ke beberapa rumah warga di Desa Sukalaksana Garut hingga senja hari, saya dan beberapa teman saya (peserta KKN-Tematik) mengajar ngaji di masjid hingga Isya. Walaupun lelah, rasanya rasa lelah saya terobati karena melihat antusiasme dan semangat anak-anak di Desa Sukalaksana. Setelah shalat Isya, kami kembali ke basecamp tempat tinggal kami selama KKN-T. Karena keesokan harinya kami harus presentasi di depan para warga, setelah selesai mengajar ngaji kami harus membuat ppt. Untuk mencari referensi materi, saya meminjam laptop beserta modem milik teman saya untuk connect internet. Ketika telah terhubung dengan internet dan googling materi, tidak sah rasanya jika tidak sekalian membuka email dan facebook(sebenernya tumblr juga sih, tapi sadar diri ini laptopnya aja minjem :p). Ketika membuka email, saya sangat terkejut ketika membaca sebuah email yang isinya:

Saya benar-benar speechless ketika membaca email tersebut dan rasanya masih percaya ga percaya. Rasa bahagia, terharu, terkejut bercampur menjadi satu. Yang pertama kali terlintas di pikiran saya setelah membaca email tersebut adalah menanyakan hasil teman saya(Nisa dan Anja) yang saya tahu apply essai untuk seleksi ASES Tokyo Summit 2011 juga. Anja menjawab bahwa telah menerima email juga namun isinya menyatakan bahwa Anja masuk ke dalam waiting list. Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Nisa membalas sms saya yang isinya menyatakan bahwa Nisa juga diterima menjadi delegasi Indonesia untuk mengikuti ASES Tokyo Summit 2011. Saat mengetahui hal tersebut, kebahagiaan saya rasanya bertambah menjadi sepuluh kali lipat. Saya dan Nisa memang punya ‘mimpi’ untuk dapat ke luar negeri minimal 1x selama menempuh pendidikan S1 di ITB. Hal tersebut akhirnya menjadi kenyataan, dan alangkah bahagianya ketika takdir mengatakan bahwa kami akan mewujudkan mimpi itu bersama-sama. Apalagi Jepang masuk ke dalam list negara yang sangat ingin saya kunjungi (Singapura, Jepang, China, Jerman, Perancis).

Keesokan harinya, saya menelepon orang tua saya untuk menyampaikan kabar gembira ini. Akhirnya, saya bisa mewujudkan salah satu keinginan mama yang ingin anak-anaknya bisa ke luar negeri. Setelah itu, saya berkomunikasi dengan Nisa untuk melakukan apa-apa yang harus dipersiapkan. Hal pertama yang kami lakukan adalah membuat passport. Wow, saya sangat excited ketika akhirnya saya memiliki passport. Melihat lembaran-lembaran nya yang banyak, saya tersenyum dan bergumam dalam hati “Jika Allah mengizinkan dan memberi kesempatan pada saya, saya ingin mengisi penuh passport ini dengan menjelajahi berbagai negara di dunia ini.”
Setelah membuat passport, langkah selanjutnya adalah membuat visa. Kedutaan Jepang tempat membuat visa berada di Jakarta. Saya, Nisa, dan Verry berangkat dengan menggunakan Travel. Alhamdulillah pembuatan visa ini gratis karena kami membawa surat keterangan dari kampus yang menyatakan kami masih menempuh pendidikan sebagai mahasiswa S1.
Saya percaya bahwa tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Sehelai daun pun jatuh ke tanah atas izin-Nya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu dan selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Allah selalu memberikan apa yang diBUTUHkan hamba-Nya, walaupun terkadang hal tersebut bukan yang diINGINkan oleh hamba-Nya. Allah akan mengabulkan doa dari hambanya dengan 3 cara, yaitu:
- Allah akan berkata Ya dan memberi apa yang kita minta
- Allah akan berkata Tidak dan memberi sesuatu yang lebih baik
- Allah akan berkata Tunggu dan memberi di waktu yang tepat
Ini bukan kali pertama saya berikhtiar untuk dapat mewujudkan mimpi saya yang ingin ke luar negeri. Pada akhir tahun 2010, saya pernah apply essai juga untuk mengikuti acara ASCENT yang akan diadakan di Jepang juga pada musim semi di bulan Maret 2011, tepatnya tanggal 13-21 Maret 2011 Seleksi pertama saya lolos, namun ketika seleksi selanjutnya saya gagal. Ya, saat itu saya benar-benar sedih. Namun saya mencoba possitive thinking dengan berpikir bahwa mungkin ini belum saatnya saya kesana, Allah tahu yang terbaik untuk saya dan Allah akan memberikan saya kesempatan lain untuk dapat kesana dengan rencana yang lebih indah. Ketika tanggal 11 Maret 2011 tiba, saya tahu apa maksud Allah dibalik kegagalan saya. Justru saya sangat bersyukur atas kegagalan saya saat itu, jika saya saat itu diterima dan jadi berangkat, saya akan terkena tsunami yang memang terjadi pada tanggal tersebut. Sekarang saya yakin dan mengerti bahwa Allah akan selalu mengabulkan doa hamba-Nya pada waktu yang tepat. Segala sesuatu akan indah pada waktunya, percayalah…. :)
- Destry Nurfitri Arisandi -
- (Di depan Rumah Sakit waktu nemenin mama konsultasi ke dokter)
- Kakek pengemis: Neng, minta sodaqoh nya neeng.
- Saya: (memberi sebagian uang ke kakek tersebut)
- Kakek pengemis: Terima kasih banyak neng. Siapa yang sakit neng?
- Saya: Mama saya kek
- Kakek: Semoga cepet sembuh dan dilancarkan segala urusannya
- Saya&Mama: Aamiin aamiin aamiin
- Kakek: Buat neng, semoga dilancarkan kuliahnya, ilmunya berkah, dan cepat ketemu jodohnya yang terbaik.
- Saya: Senyum senyum (dalam hati: Aamiin banget banget ya Allah, aamiin aamiin aamiin)
- P.S: Kalimat-kalimat di atas berasal dari bahasa sunda yang sudah diterjemahkan ke bahasa indonesia :p
I was so far from you
Yet to me you were always so close
I wandered lost in the dark
I closed my eyes toward the signs
You put in my way
I walked everyday
Further and further away from you
Ooooo Allah, you brought me home
I thank You with every breath I take.
Alhamdulillah, Elhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Elhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.
I never thought about
All the things you have given to me
I never thanked you once
I was too proud to see the truth
And prostrate to you
Until I took the first step
And that’s when you opened the doors for me
Now Allah, I realized what I was missing
By being far from you.
Alhamdulillah, Elhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Elhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.
Allah, I wanna thank You
I wanna thank you for all the things that you’ve done
You’ve done for me through all my years I’ve been lost
You guided me from all the ways that were wrong
And did you give me hope
O Allah, I wanna thank you
I wanna thank You for all the things that you’ve done
You’ve done for me through all my years I’ve been lost
You guided me from all the ways that were wrong
I wanna thank You for bringing me home
Alhamdulillah, Elhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Elhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.
Artist: Maher Zain
Album: Thank You Allah
Copyright: Awakening Records 2009
Since when is it, You come into my heart
My heart keep thumping even for your little smile
For along time, I’ve been waiting for this fate like love
It’s you, I know it.
Oh~ That my love is you
You’re like a cotton candy that melting my heart all day.
You’re like rainbow that coming dazzlingly into my heart
Will you whispered me with your sweet voice
That from the beginning your heart everyday loving me too
I love you just be my love.
Why I keep laughing when i heard your playful voice
When your two little eyes stare at me, I even trembling like this
For along time, I’ve been waiting for this fate like love
It’s you, I know it.
Oh~ That my love is you
You’re like a cotton candy that melting my heart all day.
You’re like rainbow that coming dazzlingly into my heart
Will you whispered me with your sweet voice
That from the beginning your heart everyday loving me too
I love you just be my love.
Do you know?
The day we fall in love like this
Do you believe?
The Cupid’s arrow sent from Heaven
I love you who come like miracle’s gift
Let’s be together forever. loving me everyday
I love you just be my love
Terakhir kali umi ingin mengatakan padamu, carilah lelaki yang memiliki impian yan keinginan yang begitu besar akan surga, Karena jika kau bertemu lelaki semacam ini. Semua langkah hidup, pilihan, keputusan untuk diri dan keluarganya akan disandarkan pada Allah pemilik surga. Jangan hanya mencari lelaki hanya karena mapan, prestise, dan kemuliaan yang dicanangkan orang, namun hatinya tak dekat dengan Allah, tak dekat dengan mesjid, tak dekat dengan orang dhuafa. Karena lelaki seperti ini hanya akan membuat kau tersenyum saat di dunia namun menangis di akhirat kelak…” —potongan dari tulisan Mely raharjo (via taufiqsuryo)
- Saya nggak mau kerudungan! kerudungan itu kuno | “Lha, itu zaman flinstones, lebih kuno lagi, nggak pake kerudung”
- Tapi kan itu kan hal kecil, kenapa kerudungan harus dipermasalahin?! | “Yang besar-besar itu semua awalnya kecil yg diremehkan”
- Yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari kerudungnya, fisiknya! | “trus ngapain salonan tiap minggu? make-upan? itu kan fisik?”
- Kerudungan belum tentu baik | “betul, yang kerudungan aja belum tentu baik, apalagi yang…(isi sendiri)”
- Saya kemarin liat ada yg kerudungan nyuri! | “so what? yg nggak kerudungan juga banyak yang nyuri, gak korelasi kali”
- Artinya lebih baik kerudungin hati dulu, buat hati baik! | “yup, ciri hati yg baik adl kerudungin kepala dan tutup aurat”
- Kalo kerudungan masih maksiat gimana? dosa kan? | “kalo nggak kerudungan dan maksiat dosanya malah 2”
- Kerudungan itu buat aku nggak bebas! | “oh, berarti lipstick, sanggul, dan ke salon itu membebaskan ya?”
- Aku nggak mau dibilang fanatik dan ekstrimis! | “nah, sekarang kau sudah fanatik pada sekuler dan ekstrim dalam membantah Allah”
- Kalo aku pake kerudung, nggak ada yang mau sama aku!? | “banyak yang kerudungan dan mereka nikah kok”
- Kalo calon suamiku gak suka gimana? | “berarti dia tak layak, bila didepanmu dia tak taat Allah, siapa menjamin dibelakangmu dia jujur?”
- Susah cari kerja kalo pake kerudung! | “lalu membantah perintah Allah demi kerja? emang yang kasi rizki siapa sih? bos atau Allah?”
- Kenapa sih agama cuma diliat dari kerudung dan jilbab? | “sama aja kayak sekulerisme melihat wanita hanya dari paras dan lekuk tubuh”
- Aku nggak mau diperbudak pakaian arab! | “ini simbol ketaatan pada Allah, justru orang arab dulu gak pake kerudung dan jilbab”
- Kerudung jilbab cuma akal2an lelaki menindas wanita | “perasaan yg adain miss universe laki2 deh, yg larang jilbab di prancis jg laki2”
- Aku nggak mau dikendalikan orang ttg apa yg harus aku pake! | “sayangnya sudah begitu, tv, majalah, sinetron, kendalikan fashionmu”
- Kerudung kan bikin panas, pusing, ketombean | “jutaan orang pake kerudung, nggak ada keluhan begitu, mitos aja”
- Apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab?! | “katanya tadi jadi diri sendiri, nggak peduli kata orang laen…”
- Kerudng dan jilbab kan nggak gaul?! | “lha mbak ini mau gaul atau mau menaati Allah?”
- Aku belum pengalaman pake jilbab! | “pake jilbab itu kayak nikah, pengalaman tidak diperlukan, keyakinan akan nyusul”
- Aku belum siap pake kerudung | “kematian juga nggak akan tanya kamu siap atau belum dear”
- Mamaku bilang jangan terlalu fanatik! | “bilang ke mama dengan lembut, bahwa cintamu padanya dengan menaati Allah penciptanya”
- Aku kan gak bebas kemana-mana, gak bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama baju! | “bukankah itu perubahan baik?”
- Itu kan nggak wajib dalam Islam!? | “kalo nggak wajib, ngapain Rasul perintahin semua wanita Muslim nutup aurat?”
- Kasih aku waktu supaya aku yakin kerudungan dulu | “yakin itu akan diberikan Allah kalo kita sudah mau mendekat, yakin deh”
anamrufisa
untuk wanita yang sedang memperjuangkan hatinya untuk tetap terjaga
(via anamrufisa)