Wahai Allah, aku memohon kepada-Mu mata yang tak silau pada kemuliaan palsu. Pada harta, pada nasab, pada gelar ciptaan manusia, dan pada apapun yang tak Engkau pandang. Mampukan aku hidup dalam definisi-Mu, ya Allah, bahwa kemuliaan adalah ketakwaan pada-Mu. — (via yasirmukhtar)
Sederhana. Jangan lakukan sesuatu yang mana kau takkan suka jika melihat orang lain melakukannya. — (via yasirmukhtar)
Aku punya semacam trauma, terhadap kata-kata yang kukeluarkan sendiri. Semakin sering aku berkata, semakin nampak jelas di mataku kebodohanku. Sering, aku berharap tak pernah mengatakan ini dan itu. Jika itu tweet, status, atau blogpost, sesal bisa ditindaklanjuti dengan menghapusnya. Tapi yang telah terucap lisan takkan dapat ditarik kembali. Maka yang dapat kulakukan adalah memperhatikan apa yang akan kukeluarkan dari mulutku dan, mungkin yang lebih penting, menjaga apa yang masuk ke dalam kepalaku. — (via yasirmukhtar)

(via rapirii)

you, yes.. YOU

you, yes.. YOU

(via quotediaryofficial)

hplyrikz:

Clear your mind here

hplyrikz:

Clear your mind here

(via simple-soft-sweet)

Terlupakan

  • A : Selama ini sebagai orang ekstrovert, aku selalu merasa bahwa kesepian itu hal yang menyakitkan. Ternyata aku salah karena kesepian itu sifatnya sangat subjektif. Dan aku baru tahu kalau ada hal yang lebih menyaktikan ketimbang kesepian.
  • B : Apa itu?
  • A : Terlupakan
  • dari sebuah obrolan pagi dengan teman.
Salah satu hal yang menyakitkan bagiku adalah ketika menyadari diammu bukan karena ketidaktahuan, tetapi diammu itu adalah pertanda ketidakpedulianmu — (via oktarozaadira)

(via wonderword)

You can’t always be the best at everything, but you can always give your best at everything. — (via abdulbary)

(via zakyamirullah)

Sebelum Aku Memilih Pergi

wonderword:

Ada kesamaan wajah manusia di dunia; ada pula kesamaan rasa :). Terkadang aku merasa beruntung, ada manusia yang bisa merangkai sajak indah di dunia :) seperti ini;

"…Aku tak pernah berpikir untuk beranjak, awalnya, tapi jarak yang kau buat semakin membuatku sekarat. Aku tak terbiasa menghabiskan terlalu banyak waktu pada keraguan. Bagiku, lebih baik tidak dari pada setengah-setengah.

Sebelum aku pergi, sudah kutitipkan sebuah harap yang tak jua kau genggam. Aku sudah menanamnya dengan segenap kemampuan, tapi mungkin memang tak cukup layak untuk kau bawa pulang. Tak mengapa, aku tak pernah diajarkan mengiba pada manusia. Aku diajarkan untuk berdiri dan menampung apa pun kenyataan.

Sebelum aku pergi kutitipkan do’a kepada Sang Maha Mengerti. Semoga kelak kau paham, semua yang kau sangkakan tak lebih dari ketakutanmu sendiri. Aku takkan memintamu mengerti, itu di luar kuasaku. Aku biarkan saja waktu bekerja, biar ia yang kelak akan berbisik padamu tentang rasa yang kian buncah setiap kali kita berbagi tawa.

Semoga kau senantiasa bahagia dengan siapa pun yang kelak kaupuja. Kuharap begitu pula denganku. Semoga.”

dikutip dari : Sebelum Aku Memilih Pergi

oleh : http://jalansaja.tumblr.com/

"Seorang imam akan menjadi imam bukan hanya karena dirinya yang menganggap/mengharuskan dirinya menjadi imam, tapi, dengan adanya makmum yang senantiasa mengingatkan.."

Sekecil apapun peranmu, lakukanlah. Bukan hanya untuk menjalankan peranmu, juga untuk menghidupkan peran lainnya. Maha Besar Allah yang menciptakan segalanya berpasang-pasangan :’)

12 Januari 2014
Hajah Sofyamarwa
#Repost

— #imam #makmum #pasangan #peran (via hajahsofya)

themuslimavenger:

Islamic Architecture

Subhanallah

(via jiejahlifejourney)

Tentang jalan yang belum jelas ujungnya, tentang harap yang belum jelas muaranya, mari pasrahkan pada Tuhan. Kita jalani peran masing-masing dulu. Kau bahagiakan orangtuamu dan aku bahagiakan orangtuaku, hingga kelak akhirnya kita membahagiakan mereka bersama. — Semoga begitu (via jalansaja)

(via jalansaja)